Kamis, 08 Februari 2018

MONDAY, FEBRUARY 05, 2018

Apa Semua Guru, Siswa dan Orang Tua Siap Bersatu Sekarang Dan Menjadi Pahlawan Kemerdekaan?

Kemarin satu guru wafat dengan sia-sia setelah dihajar oleh siswanya sendiri. Sudah ribuan siswa yang wafat dengan sia-sia karena dibunuh oleh anak lain. Ditambah kekerasan seks terhadap anak juga. Berapa banyak anak dan guru lagi harus tewas, dan berapa banyak anak harus diperkosa sebelum kita bertindak? Mau diam terus?

Indonesia masih “dijajah” oleh mentalitas kita sendiri. Kebanyakan orang sibuk utamakan diri sendiri, dan sistem pendidikan dianggap “urusan pemerintah”. “Ganti menteri, ganti kurikulum” bukan suatu kewajiban. Ada 3 juta guru, 60 juta siswa dan 100 juta orang tua yang selalu diam saja dan serahkan urusan pendidikan ke pemerintah. Kenapa?

Dalam negara demokrasi, rakyat boleh (dan harus) suarakan pendapatnya. Sistem pendidikan nasional perlu diperbaiki dan menjadi urusan kita secara bersamaan. Setuju? Sudah ada guru dan banyak siswa yg tewas dengan sia-sia. Apa sekarang anda siap bangkit, bersatu dan menjadi pahlawan kemerdekaan Indonesia? Dimulai dengan menentukan perubahan yang kita harapkan. Contohnya:

•    Menghapus hak Menteri Pendidikan utk mengubah kurikulum.
•    Mendirikan lembaga independen utk menyusun kurikukum nasional. Kurikulum berlaku minimal 10 tahun, lalu dievaluasi.
•    Membuat daftar pelajaran yg mau dihapus atau dipadukan, dan pelajaran yg mau diciptakan.
•    Membuat daftar beban administrasi guru yg mau dihapus.
•    Membuat mata pelajaran “parenting” sejak Kelas 4 SD. Wajib ikut sampai SMA.
•    Kurangi jumlah ulangan di SD dan SMP.
•    Menghapus PR di tingkat SD, dan batasi menjadi sekian jam per minggu di SMP.
•    Menghapus Ujian Nasional karena tidak adil bagi siswa dan guru.
•    Membuat peraturan bahwa guru honorer dan PNS dgn jam kerja yg sama harus dpt gaji yg sama, dan bisa menjadi PNS.
•    Membangun semacam “sekolah militer” berasrama sebagai tempat pembinaan anak sangat nakal. Masa tahanan 6-12 bulan. Menyediakan terapi psikologi juga. Setelah lulus, kalau telah berubah, boleh kembali ke sekolah. Dan sebagainya

Para guru yang bisa mulai gerakan ini dengan bersatu dan membuat daftar seperti ini. Disebarkan lewat internet, email, WA, media massa, dsb. Setelah sudah disusun daftar permintaan, masuk tahap perjuangan.

Semua guru, siswa dan orang tua (yang punya kemampuan ekonomi), berjanji untuk kirim 1 surat, SETIAP HARI, kepada Presiden, dimulai bersamaan pada tanggal sekian (misalnya 1 Maret 2018). Cukup surat singkat 1 halaman. Dimohon presiden menerima permintaan dari 3 juta guru, 60 juta siswa dan 100 juta orang tua untuk segera membuat perubahan yang diharapkan. Presiden yang terima 50 JUTA SURAT per hari akan menjadi YAKIN bahwa ini kemauan rakyat. Insya Allah akan segera terjadi perubahan karena semua pemimpin negara akan setuju dengan rakyat.

Kalau sistem pendidikan di sini diperbaiki, Indonesia bisa menjadi salah satu pemimpin dunia. Semua yang dibutuhkan sudah ada di sini. Tinggal kita bangkit, bersatu, dan berjuang bersama sampai mencapai tujuan yang terbaik bagi semua anak Indonesia. Siap berjuang? Jangan menunggu banyak guru dan siswa lain mati dengan sia-sia, atau diperkosa. Bangkit dan bersatu sekarang, untuk membangun sistem pendidikan yang baru.

-Gene Netto

Minggu, 07 Januari 2018

HAFIZA BERTEMU OOM dr. DIANO DI RSUD WAY KANAN

ANAKKU, dr. DIANO, AKU GENDONG CUCUKU 
Hari Ahad tanggal 24 Desember 2017 kami sekeluarga besar mengunjungi anakku, dr. Diano Ramdahan Fauzan, yang sedang bertugas di RS Umum Daerah Way Kanan, Lampung Utara. Kabupaten Way Kanan aalah Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Lampung Utara.

Turut berkunjung keluarga besarku dengan 3 mobil, dengan anggota lengkap dari yang tertua hingga yang termuda.  Aku dan isteri, 2 anakku serta 1 cucuku. Disertai ibu mertuaku, Ibu mertua (uyut cucuku), adik-adikku dan anak2nya. sebuah perjalanan yang penuh makna sebuah silaturahim ang membahagiakan.

Kondisi RS yang penuh tantangan, di kampung, peralatan sederhana. AKu hanya bisa memotivasi ankku agar tetap sungguh-sungguh dalam bertugas meskipun kondisinya serba kurang. AKu pesankan kepada anakku agar tetap cermat dan teliti. Jangan ada kesalahan karena kelalaian. Guanakan waktu untuk memperdalam ilmu dan pengetahuan yang telah digeluti selama di bangku kuliah.

Bagiku, semua yang dihadapi ankku semoga menjadi media untuk membentuk diri menjadi manusia yang tangguh, mampu menghadapi kesulitan hidup, menggembleng menjadi diri lebih dewasa dan bertanggungjawab. Hingga kelak dr. Diano akan mampu membaktikan diri untuk kepentingan masyarakat, menolong antar sesama : itulah makna hidup yang sesungguhnya. Aamiin.


HAFIZA JALAN-JALAN KE SUMATERA DI USIA 13 BULAN

HAFIZA MENCIUM ACIK ELINA

AKU dan Cucuku, Hafiza di atas Kapal Ferry, menyebrang dari
Merak ke Bakauheni. Sabtu, 23 Des 2017, pukul 17.00 wib. C
uaca cerah tetapi angin sangat kencang bertiup. 
Silaturahimku kepada orang tuaku (mertuaku) berharap lancar diperjalanan. Ada rasa rindu menatap ibu mertuaku yang semakin hari semakin renta. Doa kami semoga ibu selalu sehat dan panjang umur dalam iman dan taqwa.
Pada Sabtu, 23 Des 2017 kami sekeluarga berangkat dari Tangerang ke Bandar Lampung.
HAFIZA DI PERJALANAN MENUJU WAY KANAN
Ahad, 24 Des 2017, perjalanan Bandar Lampung - Way Kanan ditempuh kurang lbh 5 jam. Cukup jauh tetapi mengasyikan. Maklum kami 3 mobil konvoy. Perjalanan cukup lancar dan relatif santai, tidak terburu-buru.
HAFIZA DI PERJALANAN MENUJU WAY KANAN


Di perjalanan kami berhenti utk shalat Dzuhur dan makan siang. Kenikamatan yang tak terhingga, ketika kami bisa lahap makan di kebun pinggir jalan. Lalabannya pun petai yang kami beli di tempat orang berjualan hasil buahnya : ada durian, buah cempedak, petai, dan lainnya.
HAFIZA LIHAT PETE ALIAS PEUTEUY


Lihat mereka makan. Liaht juga cucuku melihat petai. Hafiza keheranan melihat petai begitu banyak.
Kemesraan 2 cucukuku atau cicit ibu mertuaku. Pasti ini sebuah anugrah Allah swt, sebuah kebahagiaan buat kami semua, terutama ibu mertuaku.
HAFIZA BERGAYA

HAFIZA CERIA

HAFIZA IKUT BERGAYA DI ANTAI KRUI
HAFIZA DI PANTAI KRUI

Sabtu, 09 September 2017

EKSPRESI HAFIZA DI USIA 7 BULAN

HAFIZA SIAP PERGI JALAN-JALAN

HAFIZA SENANG SEKALI PERGI JALAN-JALAN



HAFIZA BELAJAR SHOPING

HAFIZA MAIN AYUNAN TETAPI NGANTUK

Saat duduk di Masjid Nabawi, menunggu azdan dhuhur, HP bergetar, ada sebuah pesan masuk. Pesan membawa kabar duka : hari ini, Sabtu 9 September 2017 pk 16.00 WIB, Pak Mustaghfirin wafat. Inna lillahi waiina ilaihi roji'un.

Bapak Mustaghfirin Amin, Direktur Pembiaan SMK , Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tercekat mendengarnya. Memang sejak kamis lalu ia mendapat perawatan di RS karana sakitnya.

Teringat pengalaman bekerja dengannya sewlama di kemdikbud. Pribadi yang sholeh, kolega yang selalau bawa suasana ria dan sangat tekun dalam bekerja. SMK selalu jadi perhatian penting, dan ialah  ujung tombaknya. Mulai dari membuka jalan kerja sama dengan negara-negara asing, sampai turun ke daerah2  memastikan akses dan  mutu SMK, pak Mustaghfirin selalu gesit dan amat serius menjalani. Perjalan terakhir kami ke Jerman pertengahan tahun lalu untuk merintis kerja sama pendidika vokasi telah menyisakan foto2 penuh kenanhgan. Apa daya rencana membezuknya sekelmbalinya ke tanah airnanti ternyata didahului oleh takdir-Nya. Allah sudah lebih dahulu memanggilnya pulang.

Di dalam Masjid Suci ini kami sholat ghaib dan kirimkan doa bago almarhum agar diterima di sis-Nya, diampuni segala khilafnya, dijadikan segala dedikasi dan kerjanya selama puluhan tahun  bagi pendidikan anak bangsa sebagai amal jariyah  yang insya Allah tak terhenti pahalanya baginya. Tak lupa tercurah doa bagi keluarganya di Singosari, Malang, diberimketabahan dan kekuatan dalam menjalani kenyataan ini. Semoga semangat dan dedikasi beliau jaditeladan dan inspirasi bagi penerusnya, juga bagi pelaku pendidikankejuruan di penjuru tanah air. Aamiin.

Madinah, 9/9/2017
Anies Baswedan

Kamis, 07 September 2017

Semoga pak Direktur Pembinaan SMK bapak Mustaghfirin Amin segera diberikan kesembuhan oleh Allah swt. Aamiin.

Kamis, 16 Maret 2017

MEMBUAT PETA JALAN INPRES 9/2016

Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka membangun sumber daya manusia yang memiliki daya saing, telah digulirkan. Bola SMK itu menggelinding terus ke semua jajaran terkait. Rentetannya berupa ditandatangani MoU oleh 5 Kementerian (Kemdikbud, Kemparbud, Kemdustri, Kemaritiman, dan Kemdagri) untuk masing-masing menysun program guna peningkatan mutu penyelenggaraan SMK sehingga lulusan SMK adalah SDM yang handal dan berdaya saing.

Untuk mengimplemengtasikan MoU tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta (Bidang SMK) terus melakukan upaya menemukan jalan yang tepat untuk melaksanakan Inpres tersebut.
Berpose setelah berdiskusi mencari jalan yang tepat untuk Implementasi Inpres No. 9/2016

Nengokin Cucu via Gambar

  Kakak dan adik itu sudah bisa bergaya, lihat si adik mengikuti gaya si kakak. Semoga slalu akur, dan menjadi anak-anak sholehah. Kecer...